Contoh brief produksi video yang siap dikirim ke kru
This post is in Indonesian.

Jawaban singkat: Brief produksi video yang siap dikerjakan harus menjelaskan tujuan, audiens, pesan, format keluaran, kanal tayang, referensi visual, jadwal, anggaran, pihak yang menyetujui, dan batas revisi. Kru tidak perlu menebak keputusan yang seharusnya dibuat klien.
Brief yang baik bukan dokumen panjang. Ia adalah satu sumber keputusan yang membuat klien, produser, dan kru memahami hasil yang sama sebelum biaya produksi mulai berjalan.
Template brief produksi video
- Latar dan tujuan: masalah apa yang ingin diselesaikan, dan tindakan apa yang diharapkan setelah video ditonton?
- Audiens: siapa yang dituju, di mana mereka menonton, dan konteks apa yang sudah mereka pahami?
- Pesan utama: satu gagasan yang harus tetap terbaca meski durasi dipangkas.
- Keluaran: jumlah video, durasi, rasio, bahasa, subtitle, dan versi potongan.
- Arah visual: referensi yang disertai alasan, bukan hanya kumpulan gambar.
- Jadwal dan anggaran: tenggat konsep, syuting, rough cut, final, serta rentang biaya.
- Persetujuan: nama pengambil keputusan dan jumlah putaran revisi.
Bedakan tujuan dari solusi
“Buat video viral” bukan tujuan yang dapat diproduksi. Ubah menjadi sasaran yang bisa digunakan tim kreatif, misalnya memperkenalkan manfaat produk baru kepada pengguna pertama melalui tiga video vertikal berdurasi 30 detik.
Tulis hal yang belum diputuskan
Ketidakpastian tidak perlu disembunyikan. Tandai bagian yang masih terbuka, siapa yang akan memutuskan, dan kapan keputusannya dibutuhkan. Ini lebih aman daripada kru menganggap sebuah referensi sudah final.
Sebelum brief dikirim
Pastikan keluaran cocok dengan kanal tayang, jadwal memberi ruang untuk persetujuan, hak penggunaan musik dan talent disebut, serta angka anggaran tidak bertentangan dengan ruang lingkup. Setelah brief stabil, gunakan panduan mencari kru film untuk menyusun timnya.